Search This Blog

Total Pageviews

Advertisement

Atas Nama Akal Budi Manusia, Penghancuran Alam Semesta Terjadi ...?

Share it:

 


(Bag. 7)

(MENCANDAI REALITAS SERI 19. art 7)
"Bagaimana Akal Budi Manusia Memahami Akal Budi Alam Semesta...?
Atau Sekurang-kurangnya mendekati Pembuktian Logis berdasarkan Nalar Manusia...?"
"Jelita, kami belum menangkap apa maksudmu. Bukti apa yang dapat kami gunakan untuk menyimpulkan bahwa memang Alam Semesta ini memiliki Akal Budi....?"
Borju agak sinis memberanikan diri bertanya pada Sang Gadis, Jelita.
"Berjuta-juta tahun, manusia berusaha menaklukkan dan menguasai alam semesta. Manusia menghubungkan gejala alam semesta dengan adanya kekuatan gaib, adikuasa yang mengatur semesta ini. Manusia awalnya meyakini bahwa semua gejala dan fenomena alam semesta terhubungkan dengan kuasa adikodrati atau semua itu disebabkan oleh kuasa-kuasa tertentu yang dimiliki masing-masing fenomena.
Lambat laun, setelah manusia menemukan jawabannya, ternyata gejala alam semesta itu bukanlah disebabkan kuasa-kuasa tertentu. Tetapi diatur oleh hukum-hukum alam yang dapat dipahami oleh manusia berdasarkan nalarnya dan hasil penelitiannya "trial and error".
Dan manusia pun mulai memisahkan antara kekuasaan adikodrati yang dimiliki setiap gejala alam semesta. Hasilnya, manusia menemukan bahwa Alam Semesta ini memiliki hukum alam tersendiri yang dapat dijelaskan secara logis / masuk akal berdasarkan bukti empirisnya. Dari situ, manusia juga dapat memprediksi setiap gejala dan asal-muasal kemunculannya.
Di sinilah, manusia mulai menempatkan dirinya pada posisi yang lebih tinggi. Manusia menarik garis sub-ordinasi yang membedakan dirinya sendiri di lain pihak dan alam semesta di satu pihak.
Maka proses penaklukan, eksploitasi dan penghancuran Alam Semesta Terjadi Atas Nama, Demi Nama dan Dalam Nama Akal Budi Manusia.".
Sang Gadis, Jelita berhenti sejenak. Ia menarik nafas dan kemudian melanjutkan:
"Manusia menempatkan Akal Budinya untuk Mengakali Akal Alam Semesta. Manusia hidup dan bertahan hidup di alam semesta ini.
Ya! Manusia dengan daya Akal Budinya sudah, telah dan sedang menaklukan Akal Budi Alam Semesta. Manusia, dengan alasan dan tujuan penghidupan, pembangunan dan kesejahteraan mengakali Alam Semesta."
"Cukup ! Cukuplah! Jelita!."
Free memotong penjelasan sang Gadis, Jelita.
"Berilah kami waktu untuk berpikir. Kami belum dapat menelaahnya.
Tolonglah! Berilah kami waktu secukupnya untuk mendefinisikan Akal Budi Alam Semesta. Jujur, kami belum begitu yakin dengan Alam Semesta Yang Memiliki Akal Budi."
Kata Free seraya memohon kepada Sang Gadis, Jelita.
"Baiklah! Saranku, Lakukan Kontemplasi "Anamnesi Cosmogony", jawab Jelita.
"Apa itu Kontemplasi Anamnesi Cosmogony...?", Tanya Altru!
"Cukup! Tidak perlu penjelasan". Sahut Borju dengan nada yang sedikit membentak adik Altru.
Bersambung!
RB. UNIKAB
@sorotan
Share it:

Anim-Ha

Hukum Alam

kerusakan alam

pembagunan

Post A Comment:

0 comments: